KETIKA ANAK MERENGEK DAN MENGAMUK MEMINTA SESUATU DI TEMPAT UMUM, APA SIH YANG HARUS DILAKUIN ORANG TUA…

Diposting pada
PARA ORANG TUA YANG BINGUNG KETIKA ANAKNYA MERENGEK DAN MENGAMUK DITEMPAT UMUM MINTA SESUATU…. 
Hampir setiap akhir pekan ketika pergi ke Mall atau Ke Kedai makan saya selalu berjumpa dengan para orang tua yang bingung harus bagaimana ketika anaknya mulai merengek dan kemudian berlanjut ke rewel dan tantrum. Saya sering memandanginya, sambil berpikir, ah sayang sekali seandainya saja para orang tua mau belajar parenting, pasti tidak akan mengalami kebingungan seperti ini.
Dalam kebingungannya orang tua sering melakukan pola asuh yang keliru, semisal mengancam memanggil satpam, mengancam nanti tidak diajak lagi ke Mall dan puluhan jenis ancaman lainnya, yang sering kali ancaman itu hanya sekedar menggertak atau menakut-nakuti agar anaknya berhenti tantrum, tapi sayangnya karena hanya omong doang alias NATO No Action Talk Only, maka si anak tidak berhenti tantrum dan malah menjadi-jadi. 
Sampai akhirnya orang tuanya menyerah mengikuti maunya anak sambil terus menyalahkan anaknya, padahal kesalahan ada pada dirinya yang tidak mau belajar parenting. Sy tentu saja hanya bisa memandanginya saja, karena biasanya jika kita tidak ditanya atau diminta lalu memeberi nasehat khawatir mereka malu dan marah, karena pada umumnya seperti itu. 
 Biarlah melalui artikel ini saja, saya tuliskan semoga ada orang tua yang mau belajar parenting tanpa harus tersinggung Yuk mari belajar mengelola anak-anak yang suka merengek hingga tantrum atau mengamuk, memaksakan kehendaknya, terutama saat berada di tempat2 umum semisal Resto, Kasir, Arena bermain anak dsb.  
===> teruslah membaca.. 
 TANTRUM adalah suatu kondisi emosional yang umum dialami oleh anak-anak usia 1-4 tahun, terjadi pada anak-anak yang belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka akibat tidak terpenuhinya keinginan mereka, atau hanya sekedar ingin untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya saja. 
Note: Tapi jika perilaku tantrum ini tidak tertangani dengan benar maka akan terbawa hingga DEWASA.====== Coba deh ingat-ingat teman-teman kita, ada gak yang sudah dewasa tapi gampang “ngambek” alias Tantrum jika kemauannya tidak diikuti…? Jadi penting sekali kiranya bagi para orang tua untuk mengelola perilaku tantrum ini agar tidak terbawa hingga dewasa. 
 Disekolah kami proses penanganan perilaku tantrum itu harus sudah selesai ketika anak usia 7 tahun atau ketika ia masuk SD kelas 1 Berikut adalah Tips Ayah Edy untuk mengelola anak yang tantrum atau mengamuk untuk memaksakan keinginannya Hal yang perlu diingat saat mengatasi tantrum sikap orang tua yang tenang dan datar tanpa emosi. (jangan malah ikut-ikutan marah seperti anaknya, nanti jadilah anak dan orang tua yang tantrum bareng) *** Tujuan kita perlu diingat adalah untuk Anger Mangement (mengelola marah anak) Respons orangtua harus berlandaskan pada tujuan itu. 
 Godaan terbesar adalah orang tua sering merasa khawatir atau malu dilihat orang sebagai orang tua yang gagal Padahal orang yang melihat kita itu juga belum tentu tahun menangani tantrum anaknya dengan cara yang tepat. 
 Jadi Santai saja…. Orangtua tak perlu merasa malu. Perilaku tantrum terjadi pada banyak anak dan banyak keluarga. fenomena ini terjadi pada 9 dari 10 keluarga di Indonesia juga di dunia. Tunjukkan Anda tidak panik dan tetap cool. Anak harus melihat bahwa Anda tidak bisa dipaksa atau ditekan dengan perilaku negatifnya. Ketika anak mengamuk di tempat umum, ingatlah bahwa dia bisa membuat orang lain terganggu. Maka, pindahkanlah aksinya ke tempat lain yang lebih lebar, leluasa, jauh dari banyak orang. 
 Jangan lupa mengkomunikasikan perpindahan itu pada anak. Misalnya: “Kamu mau marah? Kita pindah ke sini ya. Di sini kamu silakan marah.” (cari tempat yang agak kosong dan luang dari kerumunan orang dan pindahkan anak kita ke tempat itu, meskipun terkadang harus di gendong paksa) Ketika anak menangis bertingkah, jangan buru-buru merespons. “Sabar, tunggu hingga dia merasa lelah,” Kesabaran adalah kuncinya. Anda mungkin bisa menunggu 30 menit bahkan sampai 1 jam hingga si anak lelah..! Dulu ketika saya mendidik anak saya yang tantrum biasanya ketika dia mengamuk saya menunggunya sambil baca buku. Santai saja jangan ditanggapi kalau kita minta dia untuk dia seoalah2 kita terganggu oleh perilakunya dan anak kita dapat angin dan dia akan makin berulah. Dan setiap 15 menit sekali bertanya, sudah selesai atau masih mau marah, kalau masih mau marah silahkan lanjutkan… tapi jika sudah selesai mari kita bicara baik-baik. Setelah itu biasanya anak merasa dapat angin dan kembali marah…. Biarkan saja, kita tetap tenang tanpa merasa terganggu atau tertekan. Biasanya saya kembali membaca buku saya, begitu seterusnya sampai anak merasa percuma melakukan tangis, teriak dsb karena tidak bisa menekan orang tuanya. 
 Biasanya pada akhirnya ia akan kelelahan dan menyadari hal ini, ketika ia mulai diam maka tanya lagi apakah sudah selesai atau masih mau lanjut marah. Jika ia diam dan tidak marah atau mengamuk lagi itu pertanda dia sudah mengacungkan bendera putih alias mengalah dan siap berubah. Ketika anak sudah mengacungkan bendera putih karena lelah, barulah beri edukasi verbal. Tanyakan alasan tingkahnya, beri tahu kesalahannya hingga dia mengakui lalu ajari cara yang benar untuk meminta sesuatu. 
 Ajari juga bahwa tidak setiap permintaan itu harus dikabulkan, semua tergantung situasi, keadaan keuangan, dan yang paling peting adalah PERJANJIAN. (Biasakan buat perjanjian sebelum pergi, jika anak kita sering berperilaku merengek atau tantrum) Pujilah, jika anak kita menerima semua penjelasan dan nasehat kita. Ini agar dia tahu bahwa sikap positif mendapat apresiasi dan sikap negatif akan diberi sangsi. Jangan biarkan tantrum menjadi kebiasaan buruknya dan menjadi senjata anak. 
 Beri dia sanksi bila dia mengulangi. Sangsi terbaik adalah dengan mengurangi atau meniadakan aktivitas yang dia sukai, semisal main sepeda sore, main game dll. Sebagai masukan, sebelum jalan-jalan bersama keluarga, biasakan juga untuk beri “briefing” dan “buat KESEPAKATAN” terhadap anak tentang rencana atau aturan acara jalan-jalan. Ini bisa mengondisikan anak agar dia tidak meminta yang lain. Selamat mencoba semoga berhasil ! Ingat selalu, lakukan hal ini dengan tenang, sabar dan TEGAS..! ITU KUNCI UTAMANYA. Saya dulu perlu waktu 2 tahun untuk mengubah perilaku anak-anak saya yang suka tantrum hingga menjadi anak2 yang suka bicara baik-baik untuk menyampaikan keinginannya. Dan alhamdulilah perilaku tantrumnya hanya tinggal kenangan masa lalunya dan kami sekeluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *